1. Miskonsepsi pada gaya gesek
Topik gaya gesek dalam
pembelajaran fisika merupakan salah satu topik yang menarik untuk dikaji
tingkat miskonsepsinya . Terdapat beberapa kemungkinan miskonsepsi yang akan
muncul dalam materi gaya gesek. Kebanyakan siswa memiliki anggapan bahwa gaya
gesek statis selalu bernilai maksimum. karena siswa memiliki kesulitan dengan
definisi ketidaksamaan matematis yang berkaitan dengan besar gaya gesek statis
terhadap gaya normal. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kosakata pengantar
fisika dan bagaimana hal tersebut ditafsirkan oleh siswa.
Gaya gesek statis adalah gaya
gesek yang bekerja ketika benda belum bergerak sedangkan gaya gesek kinetis
adalah gaya gesek yang bekerja untuk benda yang telah bergerak. Karena gaya
gesek statis bekerja untuk benda yang diam maka berdasarkan hukum I Newton,
besar gaya gesek statis haruslah sama dengan gaya “luar” yang bekerja pada
benda sehingga terpenuhi syarat . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai
gaya gesek statis bergantung pada gaya “luar” dan tidak bernilai konstan.
Adapun untuk gaya gesek kinetis nilainya relatif konstan dan biasanya nilainya
lebih kecil dari gaya gesek statis maksimum. Untuk memenuhi syarat tersebut,
maka secara matematis gaya gesek statis dan kinetis masing-masing dituliskan
sebagai (Young, Freedman, & Ford, 2012),
(1) (2) dengan fs dan fk
masing-masing adalah gaya gesek statis dan kinetis, μs dan μk masingmasing
adalah koefisien gesek statis dan kinetis, dan N adalah gaya normal yang
bekerja pada benda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tiandho,
disimpulkan bahwa Kebanyakan kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa uji adalah
mereka menuliskan definisi matematis gaya gesek statis yang bernilai konstan
dan tidak bergantung pada gaya “luar” yang bekerja pada suatu benda. Sehingga
ketika diberikan permasalahan terkait gaya gesek statis mereka tidak dapat
menyelesaikannya dengan baik. Kemungkinan penyebab kesalahan miskonsepsi yang
dialami oleh sebagian besar mahasiswa adalah banyaknya literatur yang
merumuskan gaya gesek statis secara kurang tepat atau karena perumusan
matematis dari gaya gesek statis yang relatif rumit (Tiandho, 2018 )
Contoh sederhana agar kita dapat memahami perbedaan gaya gesek kinetis dan gaya gesek kinetik sebagai berikut. Contohnya meja yang kita tempatkan pada permukaan yang horinzontal, jika tidak ada gaya yang mendorong meja dapat dikatakan tidak ada gaya bekerja pada meja artinya tidak ada gaya gesek. Kemudian jika kita mendorong meja lebih kuat lagi tanpa menggerakkan meja , maka pada saat itu Gaya Gesek Statis akan bertambah. Dan jika kita mendorong meja lebih kuat lagi dan membuat meja bergerak disinillah Gaya Gesek Kinetik muncul menggantikan Gaya Gesek Statis. Nah pada keadaan tersebut kita telah melampaui gaya gesekan statis maksimum. ( sumber : Gian Coli: 2014)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar