Rabu, 17 Juli 2019

Kritik Novel Cinta Pertama Penulis Nuniek Karisma Rosalina


KRITIK SASTRA
“ Cinta Adalah Milik Kita Yang Tau Anugerah Cinta Sesungguhnya”

                                  Disusun Oleh            : Sastria Nurul Zahra
     Kelas                         : XII IPA 2

SEKOLAH  MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 4 KOTA SUKABUMI
Jalan. Ir Juanda No 08 Telp. (0266) 221685

Kota Sukabumi 

“ Cinta Adalah Milik Kita Yang Tau Anugerah Cinta Sesungguhnya
               Dalam novel yang berjudul “Cinta Pertama”, penulis Nuniek Karisma Rosalina menceritakan kisah cinta pertama seorang gadis yang bernama Aninda. Disisi lain penulis menceritakan pula konflik Ninda dengan keluarga. Isi cerita novel tersebut pada intinya tokoh utama yakni Ninda yang pada saat itu mengalami cinta pertamanya dengan seorang lelaki yang bernama Darwin, kemudian suatu hari ada sebuah peristiwa yang membuat Ninda dipermalukan didepan banyak orang, setelah kejadian tersebut, Darwin pergi secara tiba-tiba hilang dikehidupan Ninda, sejak itulah Ninda  begitu membenci sosok Darwin. Selang beberapa tahun Ninda dipertemukan kembali dengan cinta pertamanya dan saat – saat dimana Ninda merasa hatinya sepi, dan  mengingat kenangan – kenangan  cinta pertamanya bersama Darwin, perasaan benci pun berubah kembali menjadi cinta. Namun pada kenyataannya hal yang sangat tidak diduga –duga  Darwin telah menikah dengan seorang gadis yang bernama Shanti, teman kampus Darwin yang sebelumnya telah membuat harga diri Ninda buruk.  Disisi lain penulis menceritakan pula konflik permasalahan Ninda dengan keluarganya dimana Ninda merasa bahwa dirinya tidak dianggap didalam keluarga karena merasa dirinya diperlakukan berbeda dengan adiknya yang bernama Mila. Pembaca tidak menemukan penyebab konflik yang dialami tokoh pada pertengan bab novel, namun pembaca bisa mengetahui penyebab konflik tersebut pada bab akhir novel. Tampaknya ini merupakan strategi alur cerita yang dibuat oleh penulis agar sipembaca memiliki rasa penasaran sehingga dapat membaca novel sampai selesai.
               Setelah kita membaca novel tersebut tedapat beberapa pesan moral yang dapat dijadikan pembelajaran bagi kita khususnya untuk para remaja “ janganlah terlalu berharap kepada seseorang yang belum tentu setia, apalagi bila sebelumnya dia sudah mengecewakan kita. Dalam hal ini kita perlu mengontrol perasaan cinta kita kepada seseorang, jika dilihat dari sudut agama Manusia diciptakan dengan potensi cinta terhadap sesuatu, dan potensi cinta yang dimiliki oleh setiap manusia tidak pernah dapat dibagi sama rata, hati  akan selalu cenderung untuk lebih mencintai sesuatu dari pada yang lainnya.Perhatian dan perlakuan tidaklah berbeda, tetapi, kecenderungan hati untuk lebih mencintai yang satu dengan lainnya, adalah merupakan satu fitrah yang tidak bisa di tolak. Inilah potensi cinta Allah anugerahkan dalam setiap hati manusia, dan melalui potensi inilah lahir kekuatan cinta yang sangat dahsyat. Dahsyatnya kekuatan cinta dapat membuat manusia melakukan sesuatu yang berada seakan-akan berada diluar kemampuannya, Kekuatan cinta dapat mendorong manusia untuk menanggalkan dunia dan seisinya demi mendapatkan cintanya,Bahkan tidak sedikit kekuatan cinta mendorong manusia untuk tidak segan-segan menyerahkan jiwa dan raganya..demi cintanya. Pada sisi yang lain kekuatan cinta, memang tidak selalu dirasakan indah oleh seseorang.Kekuatan ini dapat pula memberikan dorongan yang sangat berbahaya. Contohnya patah hati, putus cinta, cinta yang bertepuk sebelah tangan, dapat mendorong manusia masuk kedalam jurang keterpurukan yang dalam, kehilangan gairah hidup, kehidupan yang kacau  Tentunya, sebaik-baiknya petunjuk dalam menggunakan potensi cinta yang kita miliki, haruslah berasal dari sumber segala cinta, dan Pencipta dari rasa cinta itu sendiri. Maka, Allah berfirman dalam Al Quran ; (9:24) “Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. Dan dalam ayat tersebut, Allah telah memperingatkan kita, agar kita bisa lebih mencintai Allah dari pada yang lain, lalu kita membagi sisanya dengan apa yang kita miliki. Tentunya ada hikmah dibalik perintah Allah dalam menggunakan potensi cinta yang dimiliki oleh setiap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahwa kekuatan cinta sangat berhubungan dengan kesedihan dan kegembiraan. Gunakanlah potensi cinta yang kita miliki untuk lebih mencintai Allah dari apapun yang ada di dunia ini sebagaimana yang diterangkan melalui ayat 24 dalam surat at taubah 9 :. Karena jika kita terlalu mencintai apa yang kita miliki, maka ketika apa yang kita cintai itu hilang, kegembiraan akan berganti dengan kesedihan yang sebanding dengan kecintaan kita terhadap apa yang hilang.
               Pesan moral selanjutnya adalah “ janganlah berfikir negative sebelum mengetahui kebenarannya”, kisah novel ini menceritakan hubungan Ninda (tokoh utama) dengan keluarganya yang kurang baik, ia merasa sejak kehadiran adiknya didunia Ninda merasa tidak dianggap dalam keluarganya, karena merasa diperlakukan berbeda dengan adiknya. Sebabnya ia selalu merasa malas untuk pulang kerumah dan selalu mencari- cari alasan agar tidak pulang kerumah. Namun pada akhirnya Ninda mengetahui, apa yang seharusnya ia mengetahui sejak dahulu bahwa adiknya mengidap penyakit serius sejak lahir. Karena itulah orang tuanya terlihat bersikap berbeda diantara kedua anaknya. Dalam hal ini perlu kita ketahui bahwa komunikasi serta sikap kritis dan terbuka dalam suatu keluarga sangat penting dan dibutuhkan agar terwujudnya keluarga yang harmonis dan menghindari kesalahpahaman dalam anggota keluarga. Karena dengan terjalinnya komunikasi yang baik kita dapat mempertanyakan ketidaknyamanan kita pada lingkungan keluarga. Sehingga kita bisa mengetahui kebenaran ataupun penyebab ketidaknyamanan tersebut  dan tidak akan terjadi kesalahpahaman. Kesalahpahaman dapat berakhir pada penyesalan, karena selama kita belum mengetahui kebenaran, maka selama itulah kita tidak tau sikap yang kita ambil benar atau salah, karena selama itulah kita membuat kesalahan. Namun bila sikap kita dirasa benar apakah menurut pandangan orang lain benar pula ?. Jelas salah, Karena dengan begitu kita tidak menyadari betapa pentingnya sebuah keluarga. Keluarga adalah harta yang paling berharga. Maka ciptakanlah hubungan keluarga sebaik mungkin. Dalam permasalahan yang dialami tokoh Ninda, maka bila kita sebagai orang tua seharusnya orang tua dapat bertindak tegas dan lebih memperhatikan anaknya, semestinya orang tuapun dapat mendidik seorang anak untuk bisa mematuhi perintah dan nasihat yang diamanahkan oleh orang tuanya. Karena pembentukan sikap dan karakter anak dapat berkembang baik dilingkungan keluarga yang baik, kenyamanan, perhatian orang tua , adanya rasa kasih sayang terhadap anak. Itu semua akan menumbuhkan rasa cinta seorang anak terhadap keluarganya.
               Gaya bahasa yang digunakan oleh penulis pada novel tersebut adalah gaya bahasa yang digunakan pada percakapan sehari- hari oleh anak kuliahan, contoh percakapannya seperti “ Maaf gue lagi buru- buru “ Gak apa- apa.. eh lo Ninda kan ?. Pembaca tidak menemukan gaya bahasa yang bermajas atau kiasan yang dapat memperindah gaya bahasa pada novel tersebut sehingga tidak ada kesan  gaya bahasa bagi pembaca. Tampaknya penulis hanya menekankan isi cerita yang berisi banyak konflk bagi tokoh utama. Permasalahan konflik tersebut menunjukkan konflik- konflik yang dialami oleh  orang dewasa yang masih kuliah. Bagi pembaca remaja mungkin ketika mereka selesai  membaca novel ini, mereka bisa memiliki pemahaman serta gambaran ketika mereka sudah dewasa. Pemahaman tersebut dapat berupa pembelajaran pesan moral yang disampaikan penulis untuk pembaca walaupun pesan moral tidak tertulis secara langsung pada novel. Setidaknya kita dapat menyimpulkan apa yang dapat dijadikan pembelajaran bagi hidup kita.
               Secara keseluruhan novel karangan  Nuniek K.R  ini cukup bagus. Menyuguhkan berbagai konflik-konflik seru yang dialami tokoh utama dan orang-orang disekelilingnya sehingga membuat penasaran bagi si pembaca. Namun konflik yang ditonjolkan pada umumnya lebih cocok untuk orang dewasa, sehingga bagi para remaja yang membacanya lebih mempelihatkan gambaran koflik yang bisa saja mereka mengalami saat sudah dewasa. Itu semua tergantung si pembaca novel bisa memahami dan mencermati isi novel, sehinga pembaca dapat merasakan pesan moral yang tersirat pada isi novel.



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar