Jumat, 05 Juni 2020

Membuat Storyline Untuk Video Scribe

Halo semuanya 😁💪

    Zona mager anti mager mager sama tugas, harus semangat walau badai kemalasan datang menghadang dan mengguncang iman kalian buat ga mager terus
    Postingan kali ini saya mau membagikan contoh storyline line untuk membuat video scribe. Storyline yang saya buat adalah tentang materi gelombang stasioner. Jadi storyline ini adalah buat gambaran kalian biar gak stuck ketika membuat video scribe, bisa dikatakan ini sebuah rancangan kalian dalam ketika membuat video scribe.

MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI DRAWING (VIDEO SCRIBE)

GELOMBANG STASIONER

Oleh : Sastria Nurul Zahra

Sinopsis/Deskripsi :

         Gelombang Stationer adalah gelombang yang amplitudonya berubah. Gelombang stasioner merupakan perpaduan dua gelombang yang  mempunyai frekuensi, cepat rambat, dan amplitudo yang sama besar  namun merambat dalam arah yang berlawanan. Singkatnya, gelombang  stasioner merupakan perpaduan atau super posisi dari dua gelombang  yang identik namun berlawanan arah

Cut (Slide)

Storyline (Alur Cerita)

Aset Visula (Gambar)

Narasi (voice dan music ilustrasi)

Perkiraan Durasi

1.

Opening Title

Teks

1.      Bahan Ajar Digital – Animasi Drawing

2.      GELOMBANG STASIONER

3.      Oleh : Sastria Nurul Zahra

NIM : 1172070072

Gambar : Logo UIN

 

UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG

2020

 

Backsound : Music Instrumental

Record voice :

 

Asslamualaikum wr wb .

Selamat datang di

Bahan Ajar Digital – Animasi Drawing GELOMBANG STASIONER

Oleh : Sastria Nurul Zahra

 

25 detik

2.

Tujuan Pembelajaran

Teks :

Tujuan Pembelajaran :

1.      Memahami Karakteristik Gelombang Stasioner

2.      Menganalisis Jenis Gelombang Stasioner

Gambar

 

 

Setelah peserta didik malakukan kegiatan pembelajaran melalui video animasi drawing ini  , peserta didik diharapkan dapat

1.      Memahami Karakteristik Gelombang Stasioner

2.      Menganalisis Jenis Gelombang Stasioner

 

40 detik

3.

Gelombang Berdasarkan amplitudonya

 

·         Gelombang dibedakan berdasarakan amplitudonya yaitu gelombang berjalan dan gelombang stasioner

·         Gelombang berjalan memiliki amplitude yang tetap sedangkan  Gelombang stasioner memiliki amplitude yang berubah

 

Gambar :

 

 

·         Gelombang stasioner merupakan jenis gelombang yang dibedakan berdasarkan amplitude. Gelombang dibedakan berdasarakan amplitudonya yaitu gelombang berjalan dan gelombang stasioner

·         Gelombang berjalan memiliki amplitude yang tetap sedangkan  Gelombang stasioner memiliki amplitude yang berubah

 

50  detik

5.

Definisi gelombang Stasioner

 

         gelombang  stasioner merupakan perpaduan atau super posisi dari dua gelombang  yang identik namun berlawanan arah

Gambar :

Gelombang Stasioner

 

         Gelombang stasioner adalah  perpaduan dua gelombang yang  mempunyai frekuensi, cepat rambat, dan amplitudo yang sama besar  namun merambat dalam arah yang berlawanan. Singkatnya, gelombang  stasioner merupakan perpaduan atau super posisi dari dua gelombang  yang identik namun berlawanan arah

 

60  detik

6.

Jenis- jenis gelombang stasioner

·         Gelombang Stasioner ujung terikat.

·         Super posisi dari kedua gelombang tersebut dinyatakan

 

Gambar :

Gelombang Stasioner Ujung Terikat (simpul)

Letak simpul ke- (n+1) dari ujung terikat

Letak perut ke – (n+1) dari ujung terikat

 


·         Gelombang Stasioner ujung terikat, gelombang datang diawali dengan titik simpul dan gelombang pantul diakhiri dengan simpul

·         Super posisi dari kedua gelombang tersebut dinyatakan

50 detik

7.

 

      Cara menentukan letak simpul dan perut

      Simpul pertama = 0. Simpul kedua = ½ λ, simpul ketiga= λ, keempat = 1 ½ λ dst.   Letak simpul ke- (n+1) dari ujung terikat

Perut pertama =¼ λ, perut kedua= ¾ λ, perut ketiga = 1¼  λ.

Letak perut ke – (n+1) dari ujung terikat

 

Gambar :





Gelombang Stasioner Ujung Terikat (simpul)

Letak simpul ke- (n+1) dari ujung terikat

Letak perut ke – (n+1) dari ujung terikat

 

 


      Cara menentukan letak simpul dan perut

      Simpul pertama, titik awalnya berarti jarak dari titik  pantul = 0. Simpul kedua ½ λ, simpul ketiga λ, keempat 1 ½ λ dst.   Letak simpul ke- (n+1) dari ujung terikat

Perut pertama ¼ λ, perut kedua ¾ λ, perut ketiga   λ.

Letak perut ke – (n+1) dari ujung terikat

 

60 detik

8.

Contoh soal Gelombang stasioner ujung terikat

·         Seutas kawat yang panjangnya 100 cm direntangkan horizontal. Salah satu ujungnya digetarkan harmonik naik-turun  dengan frekuensi 1/8 Hz dan amplitudo 16 cm, sedangkan ujung lain terikat. Getaran harmonik tersebut merambat ke kanan sepanjang kawat dengan cepat rambat 4,5 cm/s. Tentukan letak simpul ke-4 dan perut ke-3 dari titik asal getaran


 

 

·         Seutas kawat yang panjangnya 100 cm direntangkan horizontal. Salah satu ujungnya digetarkan harmonik naik-turun  dengan frekuensi 1/8 Hz dan amplitudo 16 cm, sedangkan ujung lain terikat. Getaran harmonik tersebut merambat ke kanan sepanjang kawat dengan cepat rambat 4,5 cm/s. Tentukan letak simpul ke-4 dan perut ke-3 dari titik asal getaran

 

50 detik

9.

Pembahasan soal Gelombang stasioner ujung terikat

·         Diketahui :

 

·               L = 100 cm ; f= 1/8 Hz ; A= 16 cm ;  v = 4,5 cm/s

·         Ditanyakan : letak simpul ke-4 dan perut ke-3 ?

·         Jawab :

·        

·         simpul ke-4   :  n + 1= 4, maka n = 3

·           maka

·         Perut ke-3   : n +1 = 3 maka n =2

·           maka

·         Letak perut ke – 3 dari titik asal = 100 – 45 = 55 cm

 

Gambar :


 

 

 

 

 

 


·         Diketahui :

·               L = 100 cm ; f= 1/8 Hz ; A= 16 cm ;  v = 4,5 cm/s

·         Ditanyakan : letak simpul ke-4 dan perut ke-3 ?

·         Jawab :

·        

·         simpul ke-4   :  n + 1= 4, maka n = 3

·           maka

·         Perut ke-3   : n +1 = 3 maka n =2

·           maka

·         Letak perut ke – 3 dari titik asal = 100 – 45 = 55 cm

 

70 detik

10.

Gelombang stasioner ujung bebas

      Cara menentukan letak simpul dan perut, perhatikan gambar  gelombang dibawah dengan seksama.

  1.  Simpul pertama =¼ λ, simpul kedua =  ¾ λ, simpul ketiga  = 1¼ λ dst.
  2.  Perut  = 0.  perut kedua=  ½ λ, perut ketiga= λ, perut keempat 1 ½  λ dst.

 

Gambar :

 

      Cara menentukan letak simpul dan perut, perhatikan gambar  gelombang dibawah dengan seksama.

  1.  Simpul pertama merupakan ¼ λ, simpul kedua =  ¾ λ, simpul ketiga  = 1¼ λ dst.
  2.  Perut pertama merupakan titik awal berarti jarak dari titik pantul = 0.  perut kedua merupakan ½ λ, perut ketiga merupakan λ, keempat 1 ½  λ dst.

 

60 detik

11.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gelombang Stasioner Ujung Bebas 

Letak simpul ke- (n+1) dari ujung bebas

Letak perut ke – (n+1) dari ujung bebas

Gambar

Gelombang Stasioner Ujung Bebas 

Letak simpul ke- (n+1) dari ujung bebas

Letak perut ke – (n+1) dari ujung bebas

 detik

12.

Contoh soal Gelombang stasioner ujung bebas

2.  Salah satu ujung dari seutas tali yang panjangnya 115 cm digetarkan harmonik naik-turun, sedang ujung lainnya bebas bergerak.

a)       Berapa panjang gelombang yang merambat pada tali jika perut ke-3 berjarak 15 cm dari titik asal

b)       Dimana letak simpul ke-2 diukur dari titik asal getaran

2.  Salah satu ujung dari seutas tali yang panjangnya 115 cm digetarkan harmonik naik-turun, sedang ujung lainnya bebas bergerak.

a)       Berapa panjang gelombang yang merambat pada tali jika perut ke-3 berjarak 15 cm dari titik asal

b)       Dimana letak simpul ke-2 diukur dari titik asal getaran

30 detik

13.

Pembahasan soal Gelombang stasioner ujung terbuka

a.    ke -3  maka  n+1 = 3,  n = 2

simpul ke-4   :  n + 1= 4, maka n = 3

  maka

b. Ke -2 maka n +1 = 2 , n = 1

 

=

Letak simpul ke-2 dari titik asal getar =

 

Gambar



Jawab :

a.    ke -3  maka  n+1 = 3,  n = 2

simpul ke-4   :  n + 1= 4, maka n = 3

  maka

b. Ke -2 maka n +1 = 2 , n = 1

 

=

Letak simpul ke-2 dari titik asal getar =

 

60 detik

14.

Penutup

Terimakasih

Terimaksih

Assalamualaikum wr.wb.

15 detik

 

OKE SEKIAN, SEMOGA BERMANFAAT :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar