Topik 3– Aksi Nyata- Filosofi Pendidikan
Mahasiswa membuat sebuah tulisan
reflektif dalam bentuk artikel atau jurnal untuk menguatkan pemahaman tentang
identitas manusia Indonesia dengan mengacu pada panduan berikut:
1.
Mahasiswa
mengobservasi secara kritis tanda dan simbol yang ada di ekosistem sekolah dan
proses pembelajaran tentang penghargaan dan penghayatan terhadap
kebhinekatunggalikaan;
2. Mahasiswa menuliskan secara kritis bagaimana penghayatan nilai-nilai Pancasila yang ada di sekolah menguatkan identitas manusia Indonesia.
Tulisan Reflektif Identitas Manusia Indonesia di SDN 029 Cilengkrang
Identitas manusia
Indonesia adalah sesuatu yang begitu kaya dan kompleks. Melalui perkuliahan
ini, saya mengetahui bahwa manusia Indonesia itu khas dan unik. Indonesia
sebagai rumah bagi kita dengan warga negaranya yang majemuk dan bermacam-macam
mulai dari latar belakang, agama, Bahasa, adat istiadat, kebudayaan, suku, dan
lain sebagainya. Namun demikian, kita sebagai warga negara hidup rukun tanpa
membeda-bedakan satu sama lainnya, karena kita sebagai warga negara Indonesia
dibawah payung yang bernama Bhineka Tunggal Ika.
Bagi saya, identitas
manusia Indonesia mencakup beragam aspek, mulai dari keberagaman budaya,
sejarah panjang, nilai-nilai yang dianut, hingga semangat gotong royong yang
tercermin dalam berbagai tradisi dan kebiasaan sehari-hari. Pemahaman saya
tentang identitas manusia Indonesia juga mencakup keberanian untuk terus
berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman, sambil tetap mempertahankan
akar budaya yang kuat. Saya percaya bahwa identitas kita sebagai manusia
Indonesia juga tercermin dalam sikap ramah, toleransi, dan keberagaman yang
menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan. Bagi saya,
menjadi manusia Indonesia berarti merayakan perbedaan, menghargai warisan nenek
moyang, dan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal.
Identitas kita sebagai manusia Indonesia adalah sumber kekuatan dan kebanggaan
yang selalu menginspirasi untuk terus maju ke depan.
Dalam mengobservasi
secara kritis tanda dan simbol yang ada di ekosistem sekolah dan proses
pembelajaran tentang penghargaan dan penghayatan terhadap kebhinekatunggalikaan
yang terdapat di sekolah dasar, kita dapat melihat beberapa hal yang penting. Pertama,
tanda dan simbol yang ada di ekosistem sekolah dapat mencerminkan nilai-nilai
dan budaya yang ditanamkan di lingkungan pendidikan. Seperti, lambang atau logo
sekolah dapat menjadi simbol dari identitas dan karakter sekolah tersebut.
Selain itu, tanda-tanda yang mengarah pada kebersihan, keselamatan, atau
nilai-nilai positif lainnya juga memainkan peran penting dalam menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif.
Berdasarkan hasil
observasi di sekolah tempat PPL saya yaitu SDN 029 Cilengkrang, terdapat
kegiatan-kegiatan disekolah yang bertujuan untuk mengembangkan
nilai religi, nilai-nilai sportifitas kehidupan berbangsa dan bernegara
pembentukan karakter peserta didik dilakukan, kegiatan tersebut
dilakukan secara rutin, terprogram dan secara spontan. Berikut adalah
penjelasan lebih lengkapnya:
a. Pembiasaan
Rutin
1) Sholat
berjamaah
2) Upacara
bendera setiap hari Senin
3) Berdoa
sebelum dan sesudah belajar
4) Program
sapa pagi
5) Program
membawa misting dan tumbler dari rumah
6) Gerakan
pungut sampah
7) Program
membersihkan toilet
8) Pengajian
setiap hari Jum'at dan Sholat dhuha bersama-sama.
9) Pemeriksaan
kebersihan badan serta pakaian sebelum masuk kelas
10) Membersihkan
kelas serta halaman sebelum dan sesudah belajar
11) Membaca buku di perpustakaan
![]() |
| Pembiasaan Literasi Siswa SDN 029 Cilengkrang Membaca Buku di Perputakan. |
![]() |
| Pembiasaan Solat Duha di Lapangan Setiap Hari Jum'at |
Berdasarkan
hasil observasi selama PPL mengenai kegiatan pembiasaan rutin di SDN 029
Cilengkrang, hampir semua kegiatan pembiasaan rutin dilakukan setiap harinya
oleh peserta didik mencerminkan nilai-nilai positif yang sangat membantu
membentuk karakter peserta didik yang nasionalis, religius, peduli lingkungan,
kebhinekatunggalikaan, dan nilai-nilai Pancasila.
b. Pembiasaan
Terprogram
1) Pekan
Kreatifitas dan olahraga / kegiatan jeda semester
2) Hari
Besar Nasional
![]() |
| Saya bersama teman menjadi MC pembukaan peringatan Isra Mi'raj |
![]() |
| Berfoto bersama dengan teman Mahasiswa PPL dan Guru Pamong SDN 029 Cilengkrang |
Berdasarkan
hasil observasi selama lebih dari tiga bulan meksanakan PPL di SDN 029
Cilengkrang, terdapat kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sekolah yang termasuk
kegiatan terprogram yaitu kegiatan memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
dan Kegiatan Sanlat yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Kegiatan Isra Mi’raj
Nabi Muhammad SAW diisi dengan kegiatan-kegiatan lomba pentas PAI, seperti
lomba MTQ, BTQ, kaligrafi, cerdas cermat PAI, fashion show dengan berpakaian
muslim, Muslimah dll, kegiatan tersebut tentunya bermanfaat bagi peserta didik
dalam menumbuhkan rasa religius dan minatnya dibidang keagamaan. Selain itu
terdapat kegiatan sanlat yang diisi dengan memperdalam materi keagamaan dan
kegiatan bakti social seperti mengumpulkan beras, uang infaq, dan makanan untuk
kegiatan bakti social, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa empati dan
gotong royong yang menceriminkan nilai- nilai Pancasila.
c. Pembiasaan
Spontan
1) Membiasakan
memberi salam
2) Membiasakan
berbicara yang sopan dan santun
3) Membiasakan
membuang sampah pada tempatnya
4) Membiasakan
antri
5) Membiasakan
membantu teman yang kena musibah
6) Berdiskusi
dengan baik dan benar
7) Kerja
bakti
![]() |
| Kegiatan diskusi dikelas |
![]() |
| Kegiatan mengajar Angklung |
Berdasarkan hasil observasi selama lebih dari tiga bulan
meksanakan PPL di SDN 029 Cilengkrang, pembiasaan spontan yang sering saya
temui membiasakan memberi salam dan bekerja bakti, kedua kegiatan tersebut
seringkali saya temui setiap harinya, dan pembiasaan spontan lainnya saya rasa
perlu ditingkatkan lagi. Tentunya pembiasaan tersebu bernilai positif dan dapat
menumbuhkan rasa menghormati guru dan gotong royong.
d. Kegiatan Keteladanan: Kegiatan Keteladanan
dalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih
mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang
lainkepada peserta didiknya.
1) Membudayakan kebersihan dan kesehatan pada
semua warga sekolah
2) Mentaati
tata tertib yang berlaku di sekolah
3) Memberi
contoh berpakaian rapih dan bersih
4) Memberi
contoh tepat waktu dalam segala hal
5) Memberi
contoh penampilan sederhana
6) Menanamkan
budaya membaca
7) Memberi
contoh tidak merokok dilingkungan sekolah
8) Memuji
hasil kerja peserta didik yang baik.
![]() |
| Kegiatan rutin Upacara Bendera |
![]() |
| Foto hasil Karya anak di Kelas |
Berdasarkan
hasil observasi selama PPL, terdapat
beberapa poin kegiatan keteladan yang sering saya temukan disekolah, yaitu poin
tiga, lima, enam ,tujuh dan delapan. Kegitan keteladan ini mencerminkan
implementasi konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara bahwa guru adalah dapat
memberikan contoh, guru adalah sosok yang digugu dan ditiru oleh muridnya. Saya
rasa kegiatan keteladanan ini bernilai positif dan mampu menumbuhkan lingkungan
belajar yang aman dan nyaman.
e. Kegiatan
Nasionalisme dan Patriotisme
1) Peringatan
Hari Kemerdekaan RI
2) Peringatan
Hari Pahlawan
3) Peringatan Hari Pendidikan Nasional
4) Upacara
![]() |
| Kegiatan Pramuka di hari Rabu |
![]() |
| Kegiatan Rutin Potret Upacara dihari Senin |
Berdasarkan
hasil observasi selama PPL, selama PPL, sekolah selalu melakukan kegiatan rutin
upacara bendera di hari senin, tentanya kegiatan tersebut sangat bernilai
positif guna menumbuhkan rasa disiplin, rasa nasionalisme dan patriotiseme
terhadap bangsa dan negara.
Kedua, proses
pembelajaran tentang penghargaan dan penghayatan terhadap kebhinekatunggalikaan
di sekolah dasar mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya menghormati
perbedaan dan merayakan keberagaman. Melalui pembelajaran ini, siswa dapat
memahami nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan saling menghormati antar
individu.
![]() |
| Kegiatan Pembagian Baksos dalam Penutupan Kegiatan Sanlat |
![]() |
| Potret Guru-Guru dan Mahasiswa PPL membantu mengemas beras untuk Baksos SDN 029 Cilengkrang |
Latar belakang
peserta didik berada pada tingkat ekonomi menengah bahkan termasuk ekonomi
menengah ke bawah dengan sarana prasarana yang cukup memadai dalam mendukung
proses pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Latar belakang
keagamaan peserta didik hampir 99% mayoritas Islam. Secara sosial budaya,
peserta didik memiliki latar belakang orang tua yang berbeda budaya yang
disebabkan dari sebagian orang tua merupakan petani, peternak, dan karyawan
atau pedagang bahkan pegawai yang ditempatkan tugas di Kota Bandung dan berasal
dari luar daerah. Selain itu, minat bakat peserta didik juga yang sangat
beragam. Berdasarkan perbedaan latar belakang tersebut maka memperkuat
pelaksanaan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang diimplementasikan secara utuh
di SDN 029 Cilengkrang dengan motto "SDN 029 Cilengkrang Bersama Kita
Bisa".
Berdasarkan observasi
selama kegiatan PPL, dengan mempertimbangkang latar belakang agama peserta
didik yang hampir 99% beragama Islam, maka sekolah tersebut menunjukkan
dukungan pendidikan keagamaan baik dalam kegiatan rutin maupun terprogram
seperti kegiatan solat duha berjamaan, memperingati Isra Mi’raj dan kegiatan sanlat. Di dalam kegiatan
tersebut, ditanamkan sikap untuk saling menghargai keberagaman, dengan
mempertimbangkan latar belakang social, budaya, termasuk latar belakang ekonomi
orang tua peserta didik yang beragam, sekolah secara eksplit mengajarkan
peserta didik untuk berbagi dalam kegiatan bakti social yang dilakukan pada
saat kegiatan sanlat di bulan Ramadhan, tentunya kegiatan tersebut bernilai
positif dan dapat menumbuhkan rasa empati, nilai religius, nilai kebhineka tunggal
ikaan dan nilai Pancasila.

.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar